Soal bahasa, Korea dan Indonesia punya sedikit persamaan nih, yaitu masyarakatnya memiliki dialek atau logat yang berbeda-beda berdasarkan daerah asalnya. Yah meski Korea Selatan nggak memiliki keberagaman yang sebanyak di Indonesia sih.

Baca juga: 5 Kata Paling Umum yang Sering Kita Dengar di Drama Korea

Ada 6 jenis dialek utama yang digunakan oleh masyarakat Korea Selatan. Dialek-dialek atau dalam bahasa Korea disebut satoori ini berasal dari daerah 경기 (“Gyeong-gi”), 강원 (“Gang-won”), 충청 (“Chung-cheong”), 경상 (“Gyeong-sang”), 전라 (“Jeol-la”), dan 제주 (“Je-ju”).

936f579a-b20f-431a-b07b-b1c0f8bc5f1e경기 (“Gyeong-gi”)

Masyarakat kota Seoul biasanya berbicara dengan dialek ini. Yang bisa kita dengar di TV, film, dan sebagainya itu pun demikian. Karena sudah menjadi dialek yang paling banyak digunakan, seluruh masyarakat Korea Selatan pasti paham dengan dialek yang satu ini meski sedikit berbeda dengan bahasa Korea “standar” yang biasa diajarkan di sekolah-sekolah. Ciri-ciri dari dialek Gyeong-gi di antaranya adalah punya intonasi yang smooth dan mengucapkan vocal 아 (“a”) menjadi 어 (“eo”). Contoh:

머리 아. (“meo-ri a-pa”) >> 머리 아. (“meo-ri a-peo”) = Aku pusing

강원 (“Gang-won”)

Kota terbesar di Gang-won adalah Gang-neung, daerah yang terkenal dengan gunung dan agrikulturnya. Ciri khas dari dialek di daerah ini adalah penggunaan kata 래(요) (“rae-yo”) sebagai akhir kalimat, sedangkan dalam bahasa Korea standar adalah menggunakan 이에요 (“i-e-yo”) dan 예요 (“ye-yo”). Contoh:

제가 미국 사람이에요 (“je-ga mi-guk sa-lam i-e-yo”) >> 제가 미국 사람이래요 (“je-ga mi-guk sa-lam i-re-yo”) = Saya orang Amerika.

충청 (“Chung-cheong”)

Orang-orang dari daerah ini biasanya berbicara lebih pelan, dan kadang jadi terdengar lebih ramah dibanding yang berasal dari daerah lain. Ciri khas dari dialek Chung-cheong adalah penggunaan kata 유 (“yu”) di akhir kalimat, sedangkan dalam bahasa normal menggunakan kata 요 (“yo”). Contoh:

안녕하세요! (“an-nyeong-ha-se-yo.”) >> 안녕하세! (“an-nyeong-ha-se-yu.”) = Hallo

경상 (“Gyeong-sang”)

Dialek ini biasa digunakan di kota Busan, Ulsan, dan Daegu. Karena termasuk dialek yang populer, jadi cukup sering muncul atau digunakan di drama, salah satunya di drama Reply 1997. Ciri pertama dari dialek ini adalah punya intonasi yang agak kasar. Jadi akan lebih mudah dibedakan ketika didengar, bukan ditulis. Ada juga beberapa katanya yang berbeda dari bahasa Korea standar yang bisa ditemui dari dialek ini, seperti:

의사 (“eui-sa”) >> 이사 (“i-sa”) = dokter

사과 (“sa-gwa”) >> 사가 (“sa-ga”) = apel

전라 (“Jeol-la”)

Jeo-la juga biasa disebut 호남 (“Ho-nam”), yang berarti Selatan Danau karena berlokasi di sebelah selatan beberapa danau. Ciri dari dialek Jeo-la salah satunya adalah mengganti kata yang memiliki akhiran 세요 (“se-yo”) dengan kata 쇼 (“sho”). Contoh:

안녕하세요! (“an-nyeong-ha-se-yo”) >> 안녕하쇼! (“an-nyeong-ha-sho!”) = hallo

제주 (“Je-ju”)

Jeju nggak hanya punya dialek yang berbeda, tapi hampir 75% bahasanya pun juga beda! Contohnya:

안녕하십니까? (“an-nyeong-ha-shim-ni-kka?”) >> 펜안하우과? (“pen-an-ha-u-gwa?”) = Apa kabar?

Buat yang pengen tahu dialek Korea lebih jelasnya atau dengerin perbedaan intonasi/pelafalannya, bisa tonton video di bawah ini ya gaes!

So, udah bisa praktekin belum nih?

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Soal Bahasa Korea yang Perlu Kalian Ketahui

Sumber: dramafever

BAGIKAN
Nadia Aprilia
Nadia atau lebih akrab disapa Nanod ini cuma bisa mimpi buat debut jadi idol di Korea dengan nama panggung 송나나. Suka nyampah di @nanod_ soal hal-hal gak penting dan berbau k-pop.