OUR NETWORK
Minggu, Mei 31, 2020
OUR NETWORK

Kawasan Penuh Bom dan Peluru di Film Battle of Jangsari

foto via hancinema.net

Perang adalah salah satu hal yang sangat dihindari. Pada 1950 lalu, peperangan di daerah Jangsari pun menjadi salah satu kejadian yang tak terlupakan di sejarah Korea Utara dan Selatan. Event ini divisualisasikan di film yang berjudul Battle of Jangsari.

Film Battle of Jangsari ini dirilis serempak di bioskop Korea pada akhir September 2019 lalu. Layar lebar berdurasi 1 jam 45 menitan ini diangkat dari Perang Jangsari yang terletak di salah satu pesisir pantai di Korea Selatan. Aktor dan pemain yang digandeng pun tak main-main! Megan Fox juga jadi ambil peran sebagai reporter yang berasal dari Amerika Serikat.

Kim Myung Min sebagai Lee Myung Joon

foto via hancinema.net

Choi Minho Choi Sung Pil

foto via hancinema.net

Kim Sung Cheol sebagai Ki Ha Ryun

foto via hancinema.net

Lee Myung Joon adalah pemimpin pasukan untuk perang gerilya pada 1950. Dia ditugaskan untuk mendidik tentara muda Korea Selatan. Namun tak disangka, pasukan yang terdiri dari 700 orang tersebut diharuskan untuk berjaga di Pantai Jangsari. Merasa pasukannya masih terlalu muda dan belum siap, Myung Joon mencoba untuk menolak perintah tersebut.

foto via hancinema.net

Karena tidak ada pilihan, Myung Joon berusaha meyakinkan pasukan mudanya untuk berpindah tempat. Mereka semua pun akhirnya berjalan kaki untuk sampai di tujuan yang sudah diperintahkan.

foto via hancinema.net

Petinggi tentara Korea Selatan mencoba mengalihkan perhatian pasukan dari Korea Utara agar datang ke Jangsari. Strategi ini dilakukan supaya mereka lengah dan bisa menguasai keadaan saat Incheon diserang. Di antara banyak tentara yang di Jangsari, ada Choi Sung Pil dan Ki Ha Ryun yan cukup dominan di sana.

foto via hancinema.net

Choi Sung Pil yang sempat bertemu dengan sepupunya yang menjadi tentara Korea Utara harus melihat sudaranya tewas di depan matanya. Ki Ha Ryun yang memulai kekacauan ini pun selalu datang dengan keributan baru. Kedua tentara itu menjadi dekat dan sama-sama berjanji untuk tetap sehat supaya bisa pulang ke rumah masing-masing.

foto via hancinema.net

14 dan 15 September 1950 menjadi tanggal yang berpengaruh bagi semua tentara muda di Jangsari. Korea Utara yang tiba-tiba memborbardir peluru dan bom membuat banyak tentara muda Korea Selatan berceceran. Ada yang ditugaskan untuk standby di kapal dan di pesisir. Ha Ryun dan Sung Pil adalah salah dua dari banyak pasukan yang berjaga di pantai.

foto via hancinema.net

Sayangnya, mereka berdua gugur saat berperang melawan Korea Utara. Myung Joon yang menyaksikan pertempuran itu pun dilanda kesedihan. Di depan jajaran petinggi tentara, dia meminta supaya pasukan muda yang berperang baik yang sudah gugur dan masih hidup diangkat sebagai tentara.

Comments

Loading...