OUR NETWORK
Sabtu, Februari 22, 2020
OUR NETWORK

10 K-Pop Groups Populer yang “Dirusak” Oleh Agensi Sendiri (Part 1)

Di industri hiburan Korea Selatan, agensi memang bukan hanya sekedar mengatur jadwal atau memberikan pekerjaan. Agensi memiliki peranan besar dalam membangun ketenaran, image, dan bahkan juga group itu sendiri. Di sisi lain, rupanya terdapat sederet K-pop groups populer yang justru “dirusak” oleh agensi sendiri.

Agensi dari 10 K-pop groups populer di bawah ini diklaim oleh penggemar salah dalam pengelolaan. Baik itu saat membangun image, pembagian peran di group, sampai juga karena kecurangan pada para member.

Penasaran K-pop groups populer apa saja yang “hancur” karena agensi?

1. After School

After School menjadi contoh K-pop group populer yang dihancurkan oleh agensi sendiri. Girl group penuh potensi ini terakhir kali merilis lagu pada 2013, dengan hits “First Love.” Setelah itu mereka pun dikirim untuk promosi ke Jepang. Padahal saat itu, After School sedang berada di puncak popularitas di Korea Selatan.

Saat inilah popularitas After School menurun dan para member mulai fokus dengan aktifitas solo. Sampai akhirnya satu per satu member keluar dari agensi dan tak ada kejelasan apakah After School bubar atau tidak.

2. B.A.P

B.A.P bisa dibilang memiliki nasip menyedihkan. Sempat menjadi salah satu rookie group populer, bahkan bersaing dengan EXO di ajang penghargaan pada 2012. B.A.P menghadapi banyak rintangan dari agensi.

Salah satunya tuntutan para member kepada agensi TS Entertainment mengenai kontrak. Hingga disusul hiatus panjang. Sejak saat itu popularitas B.A.P menurun sampai para member tak lagi memperpanjang kontrak dengan TS Entertainment dan menekuni karir solo saat ini.

3. MBLAQ

Boy group satu ini tak kalah memiliki potensi. Bahkan MBLAQ bisa dikatakan sebagai salah satu K-pop groups populer dari generasi kedua. Dibentuk oleh soloist papan atas Bi Rain, MBLAQ dengan cepat meraih popularitas. Sederet lagu mereka dikenal luas di Korea Selatan dan bahkan sempat berada di puncak chart.

Comments

Loading...