Rabu, Januari 26, 2022

Latest Posts

11 Pelajaran Hidup dari Serial It’s Okay to Not Be Okay

Memasuki dua episode terakhir, serial It’s Okay to Not Be Okay semakin menguras emosi penonton dengan segala misteri dan kisah cinta antara Ko Mun-yeong (Seo Yea-ji) dan Moon Gang-tae (Kim Soo-hyun). Selain itu, serial ini juga memperlihatkan bagaimana para karakter berjuang menghadapi permasalahan hidup masing-masing, termasuk isu kesehatan mental. Mengandung banyak pesan moral yang positif, berikut ini adalah sebelas pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari serial It’s Okay to Not Be Okay.

It’s Okay to Not Be Okay

foto via Netflix

Setiap orang pasti pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, namun seperti judul dari serial ini, kondisi tersebut merupakan hal yang dapat dimaklumi. Mengakui bahwa kita membutuhkan bantuan merupakan langkah pertama untuk pemulihan diri.

Berhitung sampai angka tiga sebelum mengambil keputusan

foto via Netflix

Mun-yeong memiliki kesulitan dalam mengendalikan emosinya dan tindakannya yang impulsif. Gang-tae pun mengajarkan Mun-yeong mengenai metode pelukan kupu-kupu serta berhitung sampai angka tiga untuk menenangkan diri dan menghindari keputusan yang terburu-buru.

Pentingnya memiliki keseimbangan hidup

foto via Netflix

Mun-yeong tidak bisa menahan diri dalam mengatakan atau melakukan sesuatu, sementara Gang-tae tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Sebagai pasangan dengan kepribadian yang bertolak belakang, mereka akhirnya belajar untuk menyeimbangkan emosi dan perasaan masing-masing melalui satu sama lain. Melalui serial ini, kita akan belajar bahwa keseimbangan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki dalam hidup.

Coba untuk lebih pengertian

foto via Netflix

Sangat mudah untuk bisa menilai orang dari kesan pertama, walaupun sesungguhnya ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang mereka. Serial It’s Okay to Not Be Okay menyadarkan kita bahwa setiap orang memiliki perjuangan hidup masing-masing yang mungkin mempengaruhi perilaku mereka yang kita pikir tidak masuk akal.

Rasa trauma harus dihadapi dan bukan dihindari

foto via Netflix

Kisah Mun-yeong, Gang-tae, dan Sang-tae membuktikan bahwa trauma memang bukan sesuatu yang mudah untuk disembuhkan. Namun, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menghadapi rasa trauma itu sendiri. Meski awalnya akan terasa sangat menakutkan, kita akan merasa jauh lebih baik setelah menghadapinya.

Cari dan fokus pada kenangan – kenangan yang indah saja

foto via Netflix

Tidak semua kenangan sama dengan kejadian aslinya – contohnya adalah Gang-tae yang selalu merasa diabaikan oleh ibunya, namun kenyataannya sang ibu justru sangat mencintai dirinya. Memang lebih mudah untuk mengingat kenangan yang buruk dibandingkan yang indah. Oleh karena itu, ada bagusnya apabila kita bisa berusaha lebih keras untuk berfokus pada kenangan-kenangan yang indah saja.

Berani utarakan perasaan sendiri

foto via Netflix

Kwon Gi-do (Kwak Dong-yeon) memendam rasa sedih yang mendalam karena diabaikan dan dipandang rendah oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Namun ketika ia berhasil meluapkan perasaannya di depan umum, Gi-do terlihat sangat puas dan bahagia. Tak hanya Gi-do, berbagai karakter dalam serial ini juga menunjukkan betapa pentingnya untuk mengutarakan perasaan masing-masing, terutama di depan orang-orang yang pernah menyakiti mereka.

Jangan segan untuk meminta bantuan

foto via Netflix

Walau kadang merasa segan, ada baiknya kita berani meminta bantuan orang lain ketika beban hidup terasa berat. Lihat saja kondisi Gang-tae dan Sang-tae yang berangsur membaik setelah mendapat bantuan dari sang direktur rumah sakit serta karakter-karakter lainnya.

Lebih baik mencintai daripada berkelahi

foto via Netflix

Nasihat Sang-tae kepada adiknya mungkin terdengar lucu, namun juga sangat bermanfaat. Sang-tae menjelaskan kepada Gang-tae bahwa menunjukkan rasa cinta merupakan hal yang lebih baik daripada berkelahi. Hindarilah perkelahian sebisa mungkin dan jangan biarkan sebuah konflik merusak hubungan percintaan.

Keluarga tidak berarti harus dalam satu garis keturunan

foto via Netflix

Meskipun kita tidak bisa memilih ingin terlahir dari keluarga mana, kita bisa membangun keluarga baru dengan orang-orang terdekat. Hubungan Mun-yeong, Gang-tae, dan Sang-tae membuktikan bahwa arti keluarga yang sesungguhnya adalah orang-orang yang saling mencintai dan menerima satu sama lain.

Perjuangkan kebahagiaanmu!

Keadaan yang tidak terduga bisa saja mempengaruhi kebahagiaan kita, tetapi jangan biarkan orang lain atau peristiwa apa pun mengambil kebahagiaan yang kita miliki. Trauma yang dialami Gang-tae dan Mun-yeong membuat keduanya sulit merasakan kebahagiaan yang tulus. Meskipun demikian, mereka berani memilih untuk membuat keputusan yang berbeda agar bisa menjadi lebih bahagia.

Selain berbagai pelajaran hidup di atas, masih banyak hal positif lainnya yang bisa diambil dari serial It’s Okay to Not Be Okay. Pastikan untuk mengikuti dua episode terakhirnya hanya di Netflix!

Latest Posts

Don't Miss