Kamis, Oktober 21, 2021

Latest Posts

5 Drakor yang Membuktikan Bahwa Tidak Ada Kata Terlambat dalam Mengejar Mimpi

Ada sesuatu yang menginspirasi ketika melihat seseorang mengejar mimpinya dengan gigih walau banyak rintangan menghadang. Kegagalan dan omongan orang-orang sekitar yang menciutkan hati mungkin menjadi proses yang tersulit untuk dilewati, namun bukan berarti kita harus menyerah. Jika Anda merasa sedang berada di situasi yang sama dan membutuhkan kisah inspiratif, simak lima drama Korea berikut yang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat dalam mengejar mimpi.

Navillera

foto via Netflix

Navillera mengikuti kisah Sim Deok-chul (Park In-hwan), seorang lelaki tua berusia 70 tahun, dan Lee Chae-rok (Song Kang), seorang pemuda berusia 23 tahun, yang saling membantu satu sama lain demi mengejar impian mereka masing-masing. Memasuki babak terakhir dalam hidupnya, Deok-chul bertekad untuk mempelajari balet dan menemukan sosok mentor dalam diri Chae-rok. Namun di sisi lain, sang balerino muda juga sedang mengalami kesulitan tersendiri, di mana ia merasa susah menerima pahitnya kenyataan. Antusiasme Deok-chul terhadap balet pun menghidupkan kembali semangat Chae-rok dan keduanya saling mendukung impian satu sama lain.

Do You Like Brahms?

foto via Netflix

Chae Song-ah (Park Eun-bin) adalah seorang murid biola yang sulit beradaptasi karena telat memulai pelajarannya dibandingkan teman-temannya. Namun terlepas dari persaingan yang sengit dan komentar orang-orang di sekitarnya yang mengecilkan hati, Song-ah terus bermain biola karena rasa cintanya yang tulus. Dia pun belajar bahwa kesuksesannya tidak boleh ditentukan berdasarkan ekspektasi orang lain. Do You Like Brahms? memperlihatkan bahwa terkadang perjalanan dalam mengejar mimpi dapat terpenuhi dengan sendirinya dan dapat mengarahkan kita pada kesempatan berharga lainnya.

Hello, Me!

foto via Netflix

Hello, Me! mengikuti kisah Bahn Ha-ni (Choi Kang-hee), seorang wanita dengan hidup yang sengsara dan selalu merasa gagal. Dia tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan di usianya yang ke-37, baik itu dalam hal karir, keuangan, maupun percintaan. Pada suatu hari, Ha-ni bertemu dengan dirinya sendiri yang berusia 17 tahun. Melihat dirinya yang lebih muda dan tangguh, Ha-ni menyadari bahwa ia pantas mendapatkan yang terbaik dalam hidup dan menjadi terpacu untuk membuat perubahan positif. Serial ini menunjukkan bahwa masih ada banyak mimpi dan kebahagiaan lainnya untuk dikejar, bahkan di saat Anda merasa tidak ada harapan yang tersisa. 

Romance Is a Bonus Book

foto via Netflix

Sebelum menikah dan memiliki anak, Kang Dan-i (Lee Na-young) adalah seorang copywriter yang sangat berbakat. Sayangnya, hidupnya tidak berjalan sesuai rencana ketika suaminya berselingkuh dan menceraikan dirinya. Dan-i pun harus berjuang menata ulang hidupnya kembali. Walau kesulitan mencari pekerjaan dan rumah, ia selalu memiliki banyak akal dan tekad yang kuat agar bisa bangkit dan meraih kesuksesan sendiri. Pintar dan rajin, pelan-pelan upaya Dan-i menuntunnya ke sebuah kebahagiaan baru. 

Kkondae Intern

foto via Netflix

Pada awalnya, Lee Man-sik (Kim Eung-soo) adalah seorang manajer yang suka merendahkan orang dan tidak suka bersimpati. Namun setelah gagal naik jabatan, Man-sik akhirnya mendapati dirinya kehilangan pekerjaan. Sebagai pekerja yang pintar dan berbakat, Man-sik pun memilih untuk tidak menyerah terlepas dari usianya yang kurang diminati lagi oleh banyak perusahaan. Dia tidak keberatan jika harus memulai lagi dari tahap magang demi kembali menjadi karyawan sukses. Dalam prosesnya, Man-sik mendapat pelajaran yang sangat berharga ketika bertemu dengan orang-orang yang sepertinya dulu. 

Baca juga: “Vincenzo” Dan Song Joong Ki Puncaki Daftar Drama Dan Aktor Terpopuler Minggu Ini

Cerita inspiratif mana yang menjadi favorit Anda? Saksikan semuanya di Netflix.

Latest Posts

Don't Miss