Kamis, Juli 7, 2022
Geomedia - JFK 2022

Latest Posts

7 K-Pop Group Ini Dikritik Penggemar Setelah Melakukan Cultural Appropriation

Cultural Appropriation merupakan satu hal yang sayangnya masih kerap terjadi di industri musik maupun hiburan Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir saja, sederet K-pop group mendapatkan kritikan keras karena dinilai melakukan pelanggaran kultur ini.

Pelanggaran kultur di industri K-pop kerap dilakukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari gerakan maupun koreografi dance, busana yang digunakan, aksesoris, bahkan juga tema dan konsep keseluruhan.

Penggemar tentu saja sudah memberikan kritikan keras. Meski saat ini banyak group K-pop dan agensi yang mulai memperhatikan pelanggaran kultur, namun rupanya masih banyak kasus-kasus sama yang terjadi.

Berikut ini merupakan 7 K-pop group yang ditenggarai melakukan Cultural Appropriation dan mendapat kritikan keras dari penggemar.

1. ENHYPEN

ENHYPEN serta agensi BELIFT LAB dan CJ ENM mendapat kritikan penggemar karena aksesoris yang dikenakan Jake di acara musik ‘Inkigayo.’

Pada penampilan ENHYPEN di ‘Inkigayo’ saat itu Jake terlihat mengenakan kalung dengan liontin bertuliskan huruf Arab untuk Allah. Penggemar memberikan kritikan keras karena nama “Allah” tidak seharusnya digunakan sebagai aksesoris.

Meski mendapat kritikan keras, belum ada tanggapan resmi dari ENHYPEN maupun agensi BELIFT LAB.

2. BTS

Meskipun pelanggaran kultur kali ini berkaitan dengan salah seorang member, namun kritikan lebih tepat dilayangkan kepada agensi. BIGHIT Entertainment mendapat kritikan dari penggemar karena dituding melakukan pelanggaran kultur untuk promosi “Artist-Made Collection”.

Seperti diketahui, para member BTS masing-masing membuat desain untuk koleksi “Artist-Made Collection.” Jungkook merancang barang berupa jaket hoodie dan juga mood lamp yang diberi nama “MIKROKOSMOS MOOD LAMP”.

Permasalahan muncul pada materi promosi untuk “MIKROKOSMOS MOOD LAMP”. BIGHIT Entertainment menggunakan tenda dalam ruangan, yang merupakan teepee. Teepee atau tipi bukan sekedar tenda biasa. Melainkan bagian penting kultur suku Aborigin di Amerika Utara.

3. NCT

Bukan hanya ENHYPEN, boy group besutan SM Entertainment NCT juga pernah tersandung masalah karena pelanggaran agama Islam. Lebih tepatnya NCT dituding menggunakan simbol agama Islam dalam konsep mereka.

NCT U mendapat kritikan keras karena merchandise untuk rilisan “Make A Wish (Birthday Song)”. Merchandise dari group tersebut dituding menyerupai Ka’bah.

Selain itu, video musik untuk lagu “Make A Wish (Birthday Song)” juga dituding memiliki kemiripan dengan Masjid. Serta promosi untuk lagu ini yang menggunakan beberapa elemen agama Islam.

4. LOONA

Girl group inipun pernah dituding melakukan pelanggaran atas kultur. Meski sebagian penggemar justru menuding apa yang dilakukan LOONA merupakan bentuk apresiasi pada kultur tersebut.

LOONA dituding menggunakan kultur Asia Selatan untuk riasan dan kostum “PTT (Paint the Town)”. Untuk teaser “&3”, Hyunjin dan Vivi terlihat mengenakan hiasan kepala yang disebut maang tikka dan matha patti. Kedua hiasan kepala tersebut menjadi bagian penting dalam kultur Desi dan agama Hindu.

Sebelumnya agensi BlockBerry Creative mengungkap bahwa “PTT (Paint the Town)” akan memiliki elemen dari Bollywood. Sehingga penggemar menyebut ini merupakan bagian dari apresiasi dan bukannya pelanggaran atas kultur. Bagaimana menurut kalian?

5. OH MY GIRL

Untuk penampilan spesial mereka di ‘KCON:TACT 2020 SUMMER’, YooA dari OH MY GIRL terlihat mengenakan perhiasan di tengah kening. Hiasan tersebut dituding oleh penggemar mirip dengan Bindi.

Bindi merupakan tanda merah di kening yang dalam kultur India dan Hindu menunjukan status pernikahan serta mengusir nasip buruk.

Pada saat sama, member OH MY GIRL lain, Mimi juga mengenakan hiasan kepala mirip dengan matha patti.

6. NTX

Rookie boy group ini mendapat kritikan keras karena mengenakan kostum pakaian tradisional berbagai negara dalam konsep foto untuk “Kiss the World.” Penggemar menentang keras konsep ini karena merasa pakaian tradisional mereka bukanlah sebuah kostum.

Agensi Victory Company menanggapi hal tersebut dan memastikan tujuan mereka tidak untuk menghina kultur negara tertentu.

7. WOODZ

Soloist WOODZ juga mendapat kritikan keras karena mengenakan hiasan kepala mirip dengan hiasan kepala tradisional dari Plain Native. Hal ini juga mengundang reaksi keras dari penggemar internasional maupun di Korea Selatan.

Sayangnya Yuehua Entertainment pun tidak memberi tanggapan untuk Cultural Appropriation ini.

 

 

Source: (1)

Latest Posts

Don't Miss