OUR NETWORK
Jumat, Agustus 23, 2019
OUR NETWORK

Agensi Tanggapi Tuduhan Tindakan Kekerasan dan Penganiayaan Hyolyn di Masa Sekolah

Idol ternama kembali tersangkut atas kasus bully dan kekerasan di sekolah pada masa lalu. Mantan member girl group SISTAR sekaligus soloist Hyolyin dituding melakukan kekerasan dan penganiayaan di sekolah. Korban tindakan kekerasan dan penganiayaan Hyolyn ini pun membuat postingan di media sosial yang menjadi viral.

Pada 24 Mei, sebuah postingan di media sosial mengaku sebagai korban kekerasan dan penganiayaan Hyolyn di masa sekolah dulu. Korban menyebut dianiaya oleh soloist ternama tersebut selama 3 tahun saat berada di sekolah menengah.

Ia mengaku pada saat itu, Hyolyn akan mengambil bajunya dan menyerangnya di lapangan bermain. “[Hyolyn] akan membuat temanku menemuinya di ruang karaoke dan memukul kepalanya dengan mic. Ketika dia memukulnya, dia selalu memastikan bahwa [teman saya] akan memukulnya kembali, sehingga itu menjadi saling menguntungkan.”

“Pada saat itu, saya takut akan pembalasan, jadi saya tidak bisa memberi tahu [polisi], dan saya hanya menunggu kelulusan,” katanya, seraya memberi bukti pesan teks serta foto kelulusan Hyolyn dari sekolah yang sama.

Pada 26 Mei, agensi bridʒ merilis tanggapan resmi mengenai tuduhan kekerasan dan penganiayaan Hyolyn. Agensi menyebut sang idol tak begitu ingat akan kejadian tersebut, yang sudah berlalu 15 tahun lalu.

Halo, ini adalah agensi bridʒ.

Kami telah melihat posting online tentang Hyolyn, dan kami mengkonfirmasikan fakta-fakta karena ingatan Hyolyn tentang insiden dari 15 tahun yang lalu tidak jelas.

Selain itu, kami berencana untuk secara pribadi bertemu dengan orang yang mengunggah pos dan mengklaim telah menjadi korban, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Kami mohon maaf karena menimbulkan kekhawatiran.

Korban pun menambahkan dalam postingannya yang berisi tanggapan atas pernyataan dari agensi. “Artikel tentang posisi agensinya telah dirilis. Saya mendengar bahwa dia datang untuk menemui saya. Saya tidak memiliki kepercayaan diri untuk melihat mata yang menakutkan itu. Cukuplah untuk menerima permintaan maaf melalui panggilan telepon dan baginya untuk secara pribadi merilis pernyataan dan merefleksikan dirinya sendiri. Saya mengiriminya pesan lain melalui media sosial, tetapi saya belum mendapat tanggapan. Mohon maaf dengan tulus melalui telepon.”

Comments

Loading...