Kamis, Oktober 21, 2021

Latest Posts

Berdasarkan Laporan Komunitas Penggemar, Polisi Mulai Penyelidikan Manipulasi Voting “Idol School”

Setelah sebelumnya terdapat laporan dari komunitas penggemar, pihak kepolisian diberitakan sudah memulai penyelidikan atas manipulasi voting “Idol School”. Sebelumnya kepolisian mengungkap pada konferensi pers belum ada rencana penyelidikan untuk survival show yang tayang 2017 lalu tersebut. Namun adanya laporan mengubah keputusan kepolisian.

Pada 6 September, Sports Chosun memberitakan tentang dimulainya penyelidikan polisi atas kasus manipulasi voting “Idol School”. Berdasarkan dari keterangan berbagai sumber, pemanggilan sudah dilakukan untuk beberapa saksi. Termasuk juga sumber dari program acara MNET “Idol School” dan juga perwakilan komunitas penggemar.

Komunitas penggemar “Idol School” di hari yang sama juga melayangkan tuntutan pada MNET dan karyawan mereka atas co-prinsipal dalam melakukan penipuan dan menghasut penghancuran bukti.

Menurut Pasal 30 dalam Batas Penerapan KUHP, tindakan menjadi co-principal adalah “ketika dua atau lebih orang bersama-sama melakukan kejahatan,” dan tindakan menjadi penghasut adalah ketika seseorang menghasut orang lain untuk melakukan suatu kejahatan. Jika orang yang dihasut setuju untuk melakukan kejahatan, hukuman yang sama akan diterapkan pada penghasut dan orang yang melakukan kejahatan.

Seorang perwakilan hukum dari komunitas penggemar “Idol School” berargumen, “Untuk trainee tertentu, jumlah suara teks dibayar realtime (sekitar 5.000 suara) yang dikirim selama episode terakhir dari acara tersebut, yang diverifikasi melalui acara yang pemirsa bersedia berpartisipasi untuk membuktikan bahwa mereka memberikan suara, menunjukkan kesenjangan yang besar dari jumlah suara teks dibayar realtime yang terungkap selama episode (sekitar 2.600 suara).”

Mereka melanjutkan, “Jika pemirsa tahu sebelumnya bahwa akan ada manipulasi dalam proses pemungutan suara ‘Idol School’ dan proses penghitungan suara, mereka tidak akan pernah berpartisipasi dalam pemungutan suara.” Mereka juga menyatakan bahwa ini cukup untuk membangun kasus penipuan.

Perwakilan hukum juga menyatakan bahwa jika terungkap benar bahwa beberapa anggota tim produksi “Idol School” menghapus data mentah karena perintah dari Mnet, secara hukum ini akan memicu penghancuran bukti.

Mereka menyimpulkan, “Sambil menonton sikap Mnet yang konsisten dalam menghindari tanggung jawab mengenai kontroversi yang berulang, saya bertanya-tanya apakah ini mungkin bukan hanya kesalahan sederhana beberapa orang tetapi lebih pada penyebaran kelalaian etika media di seluruh budaya organisasinya. Kami berharap semua kecurigaan diselesaikan melalui investigasi terperinci.”

Latest Posts

Don't Miss