OUR NETWORK
Rabu, November 13, 2019
OUR NETWORK

Co-CEO SM Entertainment Diskusikan Rencana Perusahaan Untuk 2019-2020: Akan Debutkan Group Baru?

Co-CEO SM Entertainment, Kim Young Min mendiskusikan mengenai rencana perusahaan SM Entertainment untuk akhir tahun ini dan tahun depan. Kim Young Min juga mengungkap mengenai beberapa hal lain, seperti kerja sama dengan label perusahaan Lee Soo Man serta efek dari tegangnya hubungan Korea dan Jepang.

Pada 24 September, Co-CEO SM Entertainment melakukan wawancara dengan The Korea Economic Daily. Kim Young Min menegaskan bahwa tak ada rencana untuk menyatukan SM Entertainment dengan perusahaan Lee Soo Man, Like Planning. Mereka juga memastikan hanya mengucurkan 5-8 persen dari biaya produksi untuk Like Planning. Di sisi lain kerja sama kedua perusahaan memberikan hasil bagus secara global.

“Memproduksi tidak terbatas hanya pada musik,” kata Kim Young Min. “Lee [Soo Man] adalah pelopor yang mewujudkan visinya tentang agensi hiburan yang berdiri di tengah industri idola saat ini. Dia memilih lagu, berburu bakat baru, dan berpartisipasi di berbagai bidang seperti koreografi, gaya, dan bahkan bagaimana idola menyapa penggemar di atas panggung.”

Reporter The Korea Economic Daily lantas menyinggung mengenai hasil dari SM Entertainment di kuartal kedua yang tak tercatat terlalu baik. Mengenai hal ini, Co-CEO SM Entertainment tersebut lantas mengungkap rencana di tahun ini sampai 2020 mendatang.

Kim Young Min menjawab, “Proyek-proyek perusahaan kami sebagian besar berpusat di sekitar paruh kedua tahun ini. Pada paruh pertama tahun ini, kami menjual sekitar 1,27 juta album, tetapi kami melampaui angka itu pada bulan Juli dan Agustus saja. Ketika EXO, NCT, dan Red Velvet merilis album studio di paruh kedua tahun ini, tidak akan ada masalah melihat peningkatan penjualan album tahunan. Kami juga berencana untuk merilis boy grup baru dan girl grup baru tahun depan.”

Mengenai hubungan antara Korea Selatan dan Jepang yang menegang, Co-CEO ini menegaskan tak ada pengaruhnya dengan rencana bisnis perusahaan.

“Penjualan kami di Jepang sekitar 15-20 persen dari total kami. Sebagian besar dari konser, dan kami tidak berencana untuk mengubah rencana konser kami yang telah kami buat untuk tahun ini. Belum ada yang berbicara tentang membatalkannya. Tetapi jika hubungan antara Jepang dan Korea terus memburuk, maka mungkin saja kita akan terpengaruh secara negatif.”

Comments

Loading...