Minggu, Oktober 2, 2022

Latest Posts

K-Drama “When the Camellia Blooms” Dikritik Setelah Gunakan Rekaman Video Asli Kecelakaan

K-drama “When the Camellia Blooms” selesai tayang dengan catatan rekor rating tertinggi tahun ini. Sayangnya drama populer dari KBS ini mendapatkan sederet kritikan kerena menggunakan rekaman video asli terjadinya kecelakaan. Rekaman video tersebut pun ditayangkan tanpa ijin dari para korban.

Salah satu bagian cerita dari k-drama “When the Camellia Blooms” mengungkap bahwa keajaiban tidak benar-benar terjadi. Sebaliknya yang terjadi justru orang-orang biasa yang menjadi “superhero” dan membantu terjadinya “keajaiban” ini.

Untuk menyampaikan maksud tersebut, pada episode final k-drama “When the Camellia Blooms” menayangkan rekaman video dari pemberitaan di tahun 2015. Pemberitaan dan juga video menunjukan bagaimana sekelompok orang-orang menyelamatkan anak sekolah menegah yang terjebak di bawah mobil setelah terjadi kecelakaan.

Sayangnya, rekaman video kecelakaan yang digunakan benar-benar terjadi. Saat ini sang korban malah sudah masuk perguruan tinggi. Mendengar mengenai video rekaman kecelakaannya digunakan tanpa ijin, sang korban lantas membuat petisi tuntutan untuk “When the Camellia Blooms” menghapus episode tersebut dan meminta maaf.

Berikut isi petisi dari korban:

Halo, saya adalah korban kecelakaan yang terjadi di dekat stasiun Masan pada 3 Juli 2015. Saya mengatasi kecelakaan itu dan mulai kuliah. Namun, kecelakaan itu tetap menjadi mimpi buruk bagi saya. Sementara saya tidak menonton drama, saya mendengar dari seorang teman bahwa rekaman aktual dari kecelakaan saya digunakan dalam episode terakhir dari pertunjukan… Sejak saya melihat rekaman tersebut, saya menjadi trauma dengan kenangan dari kecelakaan itu lagi.

Saya ngeri berpikir bahwa saat kecelakaan saya digunakan seperti ini. Aku ngeri memikirkan orang-orang menonton momen itu dan membicarakannya. Bagaimana mungkin stasiun penyiaran nasional seperti KBS melakukan hal sepele terhadap korban? Kecelakaan itu selalu menjadi mimpi buruk bagi saya dan keluarga saya. Saya masih memiliki bekas luka yang tersisa di seluruh tubuh saya karena kecelakaan itu. Saya masih harus berurusan dengan orang-orang yang melihat bekas luka saya. Saya masih memiliki operasi yang masih harus dilalui karena kecelakaan. Jika tim produksi punya ide, rekaman itu tidak akan digunakan.

“When the Camellia Blooms” pun rupanya bukan hanya menggunakan satu rekaman video tersebut saja. Melainkan juga rekaman video dari kecelakaan yang benar-benar terjadi pada 2019 silam mengenai kecelakaan lift konstruksi jatuh dan menewaskan tiga di situs.

Kejadian dan rekamab video ini digunakan beberapa kali untuk menjelaskan latar belakang mengapa salah satu karakter memiliki cacat fisik.

Belum ada tanggapan dari KBS atau pun “When the Camellia Blooms” mengenai kritikan ini.

Latest Posts

Don't Miss