OUR NETWORK
Selasa, Februari 18, 2020
OUR NETWORK

Kelompok Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Pada Seorang Wanita

Korban dari kasus Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon memberikan kesaksian. Seorang wanita menuntut kedua selebritis tersebut, serta 3 orang lain melakukan pelecehan seksual pada dirinya secara bersama-sama dalam keadaan tidak sadar. Korban menyadari kejadian tersebut setelah memastikan isi dari percakapan di group chat pelaku.

Laporan eksklusif dari reporter Kang Kyung Yoon untuk SBS funE pada 18 April menyebut salah satu korban dari Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon memberikan tuntutan. Korban diidentifikasi melalui rekaman suara, 6 foto, dan percakapan yang terjadi di group chat kontroversial Jung Joon Young.

Korban “A” menyebut dirinya bertemu dengan Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon, serta pegawai Burning Sun “Kim”, pegawai YG Entertainment “Heo,” dan pebisnis “Park” dalam acara minum-minum pada 2016.

Namun setelahnya korban tak sadarkan diri. Pada saat bangun keesokan harinya, korban berada di kamar hotel bersama Choi Jong Hoon, yang tertidur di sebelahnya.

Saat kasus penyebaran foto serta rekaman video tersembunyi Jung Joon Young tersebar, “A” merasa curiga dirinya merupakan salah satu korban pelecehan seksual yang sempat disebutkan dalam group percakapan.

Ia pun lantas memutuskan bertemu dengan pengacara Bang Jung Hyun, yang menyerahkan konten percakapan di group chat tersebut pada Anti-Corruption & Civil Rights Commission.

Saat “A” menyebutkan tanggal dan lokasi pertemuan dengan Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon, dikonfirmasi terdapat konten yang mengidentifikasikan terjadinya pelecehan seksual.

Di dalam group percakapan dibagikan rekaman suara, 6 foto-foto korban, serta percakapan pada satu hari setelahnya mengenai pelecehan seksual yang dilakukan. Diduga pula dari isi percakapan, Jung Joon Young mengimplikasikan terjadinya pelecehan seksual secara bersama-sama dengan lebih dari 1 pelaku pada korban.

Sedangkan Choi Jong Hoon dilaporkan berbicara tentang harus menahan tawa saat melecehkan “A” yang dalam keadaan tidak sadar.

Comments

Loading...