OUR NETWORK
Senin, September 16, 2019
OUR NETWORK

Masihkah Kamu Menyukai Drama Korea Meski Disebut Kafir?

Saya masih ingat pertemuan pertama saya dengan Lee Min Ho. Saya pernah bertemu dengannya di drama Korea yang berjudul City Hunter. Seorang wanita mengenalkan drama ini pada saya, dia jugalah yang merekomendasikan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh mantan pacarnya Suzy itu. Judulnya, “My Everything.”

Saya sempat GR. Apakah ini maksudnya saya adalah “MY Everything” bagi si dia?

Lanjut ke drama berikutnya, di tahun 2012, saya menyaksikan drama Korea berjudul Love Rain. Pemerannya Jang Geun Suk dan Yoona SNSD. Drama ini juga hasil rekomendasi wanita yang sama. Dia sangat suka dengan SNSD, tapi saya sangat suka dengan si dia.

Si dia, tidak tahu saya suka sama dia.

Setelah drama Love Rain ini, si dia tidak pernah lagi merekomendasikan drama Korea pada saya. Kami berpisah semenjak dia balikan sama mantannya. Saya kuat, saya sabar, tapi setelah enam bulan kesakitan.

Hidup saya berlanjut, saya masih tetap menyaksikan drama Korea hasil browsing-an saya sendiri. Dari tahun 2011 sampai sekarang, entah berapa ratus episode drama Korea yang berhasil saya tamatkan. Terima kasih saya ucapkan pada si dia, semoga dia bahagia dengan anak dan suaminya sekarang.

Dari sekian ratus episode drama Korea yang sudah saya tonton itu, saya bisa mem-filternya menjadi beberapa drama yang paling saya sukai. Sebut saja Because This is My First Life, Sky Castle, dan drama seri Voice. Semua saya suka, dan selalu saya nantikan jika ada lanjutannya.

Tapi belakangan, saya agak kaget dengan berita yang menyebutkan jika penonton drama Korea adalah bagian dari orang-orang kafir.

Astagfirullah-haladzim, apa kabar saya yang sudah nonton banyak drama ini? Apa kabar mantan gebetan saya yang sudah rekomendasiin drama Korea? Apa dia termasuk golongan “kafir banget” karena sudah menjerumuskan saya?

Berita ini saya dapat dari timeline Twitter. Saya menemukan sebuah berita di detikcom yang judulnya “Ustaz Somad Sebut Penonton Drama Korea Bagian dari Kafir,” dalam berita itu, UAS mengatakan,  “Jangan suka kepada orang kafir, siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong hatinya pada orang kafir.”

Pernyataan itu muncul, saat beliau ditanya soal hukumnya menonton drama Korea.

Sebelum berita ini muncul, saya masih ingat ada juga berita yang mengatakan jika penyuka Kpop adalah bagian dari pengikut-pengikut Dajjal. Saya juga ingat, berita-berita lain ada juga yang menyampaikan kalau musik dan MV Kpop itu isinya cuma pesan-pesan freemason, mengandung lambang-lambang segitiga, dan juga konspirasi untuk menjerumuskan umat-umat Islam.

Kini, sekarang, jigeum, anak drama Korea yang kena sasaran. Penyuka drama Korea disebut Kafir oleh Ustaz Somad!

Saya pribadi, tidak terpengaruh apa-apa dengan pernyataan Ustaz Somad di atas. Saya tidak goyah, dan berencana untuk segera menonton drama Stanger From Hell yang dibintangi kembaran saya, Lee Dong Wook.

Namun, yang bikin saya bertanya-tanya terkait pernyataan Ustaz Somad itu adalah, akan sejauh apa lagi hal-hal seperti ini ditekan? Akan sedalam apa lagi hal-hal sejenis ini dikerucutkan? Setelah anak Kpop disebut dajjal, kini anak drakor yang disebut kafir. Nanti apa? Anak variety show Korea jadi bagian dari kaum-kaum murtad? Mau sampai mana?

Menurut pandangan saya sebagai kembaran Lee Dong Wook, hal seperti ini akan terus menerus terjadi. Mengapa? Karena ada polanya. Setelah satu cap pada pihak tertentu dilabelkan, sebutlah anak Kpop, dan tidak berhasil, ia akan terus menyosor target lainnya, yang tentu saja sejenis atau serupa.

Tak akan ada yang bisa membendung karena hal ini mungkin sudah membudaya dari masa ke masa. Objeknya juga pasti berbeda-beda tak hanya penyuka ke-kKorea-an saja. Pemberian cap ini akan terus mewabah dan akan semakin spesifik lagi targetnya. Mungkin nanti akan ada label “penonton SBS masuk neraka tingkat terbawah, penonton KBS masuk neraka tingkat dua terbawah.” terus ditekan seperti itu, terus menerus, sampai… entah sampai kapan.

– – –

Waktu sedang menunjukkan pukul 11.23 malam. Jamnya walkie talkie milik detektif Park Hae Young bisa berhubungan dengan detektif Lee Jae Han ke masa lalu. Berbeda dengan plot di drama Signal itu, saya justru sedang memikirkan si dia di masa lalu. “Kalau penyuka drama Korea adalah orang-orang kafir, akankah kita bertemu lagi di neraka nanti?”

Comments

Loading...