OUR NETWORK
Rabu, Oktober 16, 2019
OUR NETWORK

Pengakuan Mengejutkan Kontestan Mengenai Kontrak “Produce X 101” dan Dorm di “Idol School”

Kontroversi yang mengelilingi program survival show dari MNET belum usai. Program berita “Newsdesk” dari MBC baru saja menyiarkan liputan lengkap mengenai kontrak “Produce X 101” sampai keadaan sebenarnya dari asrama “Idol School” berdasarkan keterangan kontestan.

Menyusul liputan sebelumnya dari MBC mengenai ketidakadilan kontrak “Produce X 101” untuk para kontestan, episode berikutnya pada 4 Oktober memberikan kesaksian mendalam. MBC mengungkap bahwa salah satu ketidakadilan dalam kontrak nampak dari persentase yang didapatkan pada kontestan dari “Produce X 101”.

Disebutkan bahwa saat lagu dari “Produce X 101” dirilis, sesuai kontrak, agensi akan mendapatkan 1 juta won. Sednagkan kontestan hanya mendapatkan 10 ribu won dari jumlah yang diterima agensi.

Ketidakadilan kontrak “Produce X 101” pun nampak dari kontrak untuk penampilan kontestan tiap episode. Untuk penampilan satu episode, agensi dan kontestan mendapatkan 100 ribu won.

“Itu sebabnya kami harus sujud lebih banyak lagi dan harus melakukannya dengan baik, dan kami khawatir bahwa kami akan berada di sisi buruk mereka sehingga kami berhati-hati,” ucap seorang kontestan pada kesaksiannya.

MBC melaporkan, “Beberapa sumber hiburan mengatakan bahwa karena ada banyak bagian yang tidak adil, beberapa agensi malah akan meminta penghapusan pada menit terakhir.”

Bukan hanya mengenai kontrak di “Produce X 101”, kehidupan dorm atau asrama untuk survival show “Idol School” pun sangat tak layak. Seorang kontestan menyebut proses syuting dimulai pada musim panas dan selama 6 bulan (sampai musim dingin). Sayangnya saat musim dingin pun mereka tetap harus mengenakan seragam untuk musim panas.

Seorang kontestan “Idol School” berkata, “Kami akan saling berkata, “Ini pasti seperti di militer.” Meskipun kedinginan, kami harus mengenakan pakaian musim panas selama enam bulan.”

Selain itu mereka pun tak diperbolehkan keluar. Hanya datang ke sekolah di luar sebanyak 1 atau 2 kali dalam sebulan. Mereka pun hanya boleh membeli kebutuhan pribadi 1 kali dalam sebulan di toko yang dibekerjasama dengan CJ Ent.

Kontestan berkata, “Mereka membiarkan kami pergi ke [sekolah] sekali atau dua kali sebulan. Gadis-gadis itu menyembunyikan makanan di topi atau pakaian dalam mereka dan kemudian membagikannya dengan yang lain, dan mereka memakannya seperti pengemis.”

Comments

Loading...