OUR NETWORK
Jumat, Oktober 23, 2020
OUR NETWORK

Review Album Red Velvet ‘The ReVe Festival’ Day 2, Konsep Retro yang Menarik?

Setelah sukses dengan ‘The ReVe Festival’ Day 1 sebelumnya kali ini girl group papan atas dari SM Entertainment ini meneruskan dengan sequel album Day 2. ‘The ReVe Festival’ Day 2 merupakan bagian dari ‘The ReVe Festival’ Serie yang nantinya terbagi menjadi 3 album berbeda.

Sejak dirilis pada akhir Agustus kemarin, ‘The ReVe Festival’ Day 2 sudah mendapatkan sukses besar. Red Velvet pun sekali lagi membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan hits dengan mini album tersebut yang duduk di peringkat atas iTunes charts di 36 negara berbeda. Selain itu, title track dari album ini pun debut di posisi puncak di tangga lagu lokal Korea Selatan.

Tracklist ‘The ReVe Festival’ Day 2

  1. Umpah Umpah
  2. Carpool
  3. Love Is The Way
  4. Jumpin’
  5. Ladies Night
  6. Eyes Locked, Hands Locked

Berbicara tentang konsep, jelas sekali sequel album ini masih meneruskan dari tema sebelumnya. Festival di musim panas. Mulai dari foto-foto yang dirilis, sampai konsep album keseluruhan pun menggunakan tema tersebut. Hanya saja, untuk mini album kedua di serie ‘The ReVe Festival’ ini Red Velvet justru condong ke haluan lain dari segi genre musik.

‘The ReVe Festival’ Day 1 condong pada musik disko R’nB. Unsur pop pun cukup kental di mini album satu ini. Berkebalikan dengan konsep tersebut, ‘The ReVe Festival’ Day 2 justru mengusung elemen retro yang kental. Persilangan konsep antara retro dan festival ini menghasilkan sebuah masterpiece tersendiri.

Secara genre, “Umpah Umpah” mungkin dikategorikan sebagai pop. Hanya saja di beberapa bagian, terutama chorus akan mengingatkan pada musik KPOP di era tahun 90-an. Sama sekali tak mengherankan pula bila title track ini pun terdengar begitu familiar.

Setelah musik pop 90-an di “Umpah Umpah”, track kedua membawa ke era musik lain. “Carpool” menyisipkan elemen funky pop dan disco track dari tahun 80-an. Beat di background sangat kental dengan musik elektronik di era tahun tersebut. Satu lagi b-side track yang solid dari Red Velvet.

Bila dua track sebelumnya belum cukup menghadirkan kesan retro, maka “Love is The Way” dijamin akan membawa ke perjalanan waktu masa lalu. “Love is The Way” sangat kental akan unsur Motown era. Mulai dari backing vokal pria yang digunakan, pengulangan kata “yeahs” dan “nos”, sampai musik elektronik di lagu ini dijamin akan membuat teringat pada musik festival dan disko di era tahun akhir 50-an.

“Love is The Way” dan “Carpool” sepertinya sudah cukup membuat ‘The ReVe Festival’ Day 2 dikatakan sebagai salah satu album terbaik dari Red Velvet. Walau pun track selanjutnya di album ini pun sama sekali tak mengecewakan.

“Jumpin” memiliki elemen musik yang nyaris sama dengan “Love is The Way”. Walau pun dengan tempo sedikit lebih cepat serta irama modern yang kental. Di track ini, vokalisasi dari Wendy dan Seulgi yang paling memberikan kesan irama dari tahun 60-an. Wendy benar-benar sukses menghadirkan vokalisasi apik di track satu ini.

Mengusung konsep retro secara musikalitas memiliki resiko besar. Salah satunya lagu yang terdengar terlalu familiar. Masalah ini hadir di track “Ladies Night”. Track ini terdengar sangat mirip dengan musik mainstream di tahun 90-an.

Untungnya track terakhir di album ini, “Eyes Locked, Hands Locked” kembali memberikan kepuasaan. Kali ini Red Velvet sedikit menanggalkan kesan retro dan menyuguhkan musik R’nB yang seakan sudah sangat dikuasai oleh mereka.

Secara keseluruhan, ‘The ReVe Festival’ Day 2 hadir dengan sempurna sebagai serie kedua. Memuaskan dan membuat tak sabar untuk album terakhir di era festival dari Red Velvet ini.

Comments

Loading...