OUR NETWORK
Rabu, September 23, 2020
OUR NETWORK

Aksi Fenomenal Laksmana Yi Sun Shin di Film The Admiral: Roaring Currents

foto via hancinema.net

Buat yang tertarik dengan sejarah Korea, nama Yi Sun Shin pasti nggak asing kamu dapati. Dia adalah laksmana yang paling berpengaruh selama masa pemerintahan Joseon. Kenekatannya yang tertulis di buku sejarah membuat sosoknya dijadikan inspirasi di banyak drama dan film. Salah satunya adalah film The Admiral: Roaring Currents.

Film The Admiral: Roaring Currents ini naik layar di bioskop Korea pada akhir Juli 2014. Film sejarah berdurasi 126 menit ini mampu menjadi layar lebar dengan penonton terbanyak di 2014 sejak penayangan di minggu pertama. Mencetak rekor nih saking bagusnya!

Choi Min Sik sebagai Yi Sun Shin

foto via hancinema.net

Ryoo Seung Ryong sebagai Laksmana Gurujima

foto via hancinema.net

Yi Sun Shin adalah salah satu laksmana yang punya reputasi baik di masa pemerintahan Raja Seonjo. Namun karena salah strategi di perang sebelumnya, pasukan dan tentara Joseon banyak yang mati. Selain itu, kapal besarnya banyak yang rusak dan karam. Yi Sun Shin pun sempat dihukum karena hal ini.

foto via hancinema.net

Namun keadaan berubah saat Joseon mendengar kabar bakal diserang oleh Jepang. Mereka harus menyaipkan tenaga dan pasukan supaya hal ini tidak terjadi. Akhirnya, Yi Sun Shin diutus untuk memimpin pasukan dan berjaga di Selat Myeongryang. Namun kendalanya, Sun Shin harus bisa menang melawan kapal dari Jepang walau memiliki dua kapal saja.

foto via hancinema.net

Sebelum mengeksekusi strategi, kapal yang disiapkan untuk perang di laut dibakar oleh salah satu pejabat kerajaan. Mau tak mau, pasukan dari Jo Seon harus dipadatkan dalam satu kapal.

Di suatu hari yang cerah pada 1597, ratusan kapal kecil dari Jepang mulang memenuhi berbagai titik di Selat Myeongryang. 13 kapal besar yang dikomando oleh Laksamana Gurujima sudah menyerang kapalnya Sun Shin.

foto via hancinema.net

Laksmana Korea ini pun mengerahkan pasukan pemanah untuk menghabisi pasukan Jepang terlebih dahulu. Dengan tenaga dan senjata seadanya, pasukan Jepang mulang kehilangan banyak nyawa. Walaupun ada pasukan dari Jepang yang memakai pistol dan membidik dari jarak jauh, pasukan Korea tak gentar.

foto via hancinema.net

Setelah melalui banyak peluru, ledakan, dan tembakan, yang panjang, akhirnya Laksmana Gurujima memutuskan untuk mundur dan mengakhiri penyerangan. Selat Myeongryang pun kembali kondusif dan Joseon aman dari serangan pasukan Jepang yang berniat untuk menculik Raja Seonjo.

Comments

Loading...