OUR NETWORK
Jumat, April 10, 2020
OUR NETWORK

Penyair Bernasib Malang di Film Dongju: The Portrait of a Poet

foto via hancinema.net

Di masa lalu, kebebasan adalah hal yang harus dibayar mahal. Berekspresi dalam bentuk puisi pun harus dicekal dan dibuat sengsara. Di film Korea Dongju: The Portrait of a Poet ini diangkat dari seorang penyair muda bernama Yoon Dong Joo. Masa mudanya yang seharusnya bisa dihabiskan dengan prestasi harus kandas di tengah jalan.

Film biopik Dongju: The Portrait of a Poet yang disutradarai oleh Lee Joon Ik ini dirilis dibioskop pada pertengahan Februari 2016 lalu. Ceritanya yang dibungkus dengan filter hitam putih ini hadir dalam durasi 110 menit.

Kang Ha Neul sebagai Yoon Dong Joo

foto via hancinema.net

Park Jung Min sebagai Song Mong Gyu

foto via hancinema.net

Yoon Dong Joo hidup di masa ketika pemerintahan Jepang menguasai seluruh Korea. Sistem pendidikannya pun berkiblat pada negara ini. Setiap pelajarannya juga cukup banyak menggunakan Bahasa Jepang. Selama sekolah, dia punya teman dekat bernama Song Mong Gyu.

foto via hancinema.net

Mong Gyu dan Dong Joo sama-sama punya ketertarikan dengan sastra. Akhirnya dua sahabat ini memutuskan untuk melanjutkan studi sarjana ke Jepang. Mereka berdua tinggal di tempat tinggal yang sama dan menghabiskan waktu untuk belajar bersama.

foto via hancinema.net

Seiring berjalannya waktu, Mong Gyu pun menjadi ketua dari gerakan kemerdekaan yang digerakkan oleh anak muda Korea di Jepang. Dong Joo yang saat itu sedang rajin membuat puisi mengabaikan ajakan temannya itu. Seorang teman wanitanya di Jepang tertarik untuk membukukan puisi buatan Dong Joo dalam berbagai bahasa.

foto via hancinema.net

Dong Joo yang antusias dengan proses penerbitan bukunya ini mulai melupakan sahabatnya yang semangat untuk merdeka dari negara jajahannya. Ketika semua anggota pemuda gerakan kemerdekaan ditangkap, ajakan pulang oleh Mong Gyu ditolak mentah-mentah oleh Dong Joo.

foto via hancinema.net

Saat Dong Joo bertemu dengan teman wanita yang menerjemahkan puisinya, tiba-tiba saja Dong Joo ditangkap oleh pihak kepolisian di Kyoto, Jepang. Dia dituduh sebagai dalang dari aksi pemberontakan pelajar Korea di Jepang. Tak tahu apa-apa, Dong Joo malah disalahkan karena membuat puisi yang dikhawatirkan mengancam pemerintah Jepang.

foto via hancinema.net

Setelah disiksa dan disuruh mengakui kesalahan yang tak diperbuat, Dong Joo pun meninggal dunia secara misterius saat berada di dalam penjara. Di usianya yang saat itu masih 27 tahun, Dong Joo harus merasakan kekejaman penjajah yang merenggut negara serta puisinya.

Comments

Loading...