Kamis, Oktober 21, 2021

Latest Posts

Review Album ‘Queendom’: Red Velvet Kembali Hadir Dengan Musik Unik Nan Khas

Red Velvet hadir dengan mini album keenam pada pertengahan Agustus kemarin. Album ‘Queendom’ membawa kembali sisi unik, eksentrik, dan khas dari Red Velvet. Baik itu dari segi konsep, styling, hingga musikalitas.

Album ‘Queendom’ mengedepankan keunikan Red Velvet. Ini sudah diperlihatkan melalui deretan konsep foto yang diunggah sebelum perilisan album. Para member Red Velvet hadir dengan berbagai penampilan yang menggambarkan keunikan konsep album ini. Mulai dari retro, hingga tampilan elegan dan glamour.

Keunikan konsep ini juga yang memberikan nilai tambah lain dari ‘Queendom’. Seperti diketahui, Red Velvet memang hampir selalu hadir dengan konsep-konsep unik dan berbeda dibandingkan dengan group lainnya.

Tracklist Album ‘Queendom’:

  1. Queendom
  2. Pose
  3. Knock On Wood
  4. Better Be
  5. Pushin’ N Pullin’
  6. Hello, Sunset

“Queendom” dipilih sebagai title track dan menggambarkan keunikan musik Red Velvet dengan begitu sempurna. Musik upbeat, ambisius, dengan ritme hingga progression tidak biasa dihadirkan secara apik oleh Irene dan kawan-kawan.

Seperti juga beberapa title track Red Velvet lain, “Queendom” memadukan beberapa genre berbeda. Masing-masing genre, menariknya, sanggup tampil bersinar sekaligus berbaur dengan sempurna. “Queendom” merupakan percampuran harmonis antara electropop dan tropical house dengan bubblegum pop.

Pesan dari lagu ini pun sesuai dengan konsep Red Velvet secara keseluruhan. “Queendom” mendorong pendengarnya untuk percaya dan mencintai diri sendiri. Tidak perlu ragu menunjukan warna asli kita dan menjadi King of Our Own Life. Keren kan?

“Pose” menjadi track berikutnya yang tidak kalah menarik dari album ‘Queendom’. Melalui lagu ini, Red Velvet menghadirkan vokal dan juga rap yang cukup sulit. Untungnya bisa dieksekusi secara apik oleh para membernya. Progression di lagu ini membangun chorus yang extra panjang. Menjadi sebuah keunikan khas tersendiri.

Setelah “Queendom,” “Pose” menjadi b-side track yang sama sekali tidak mengecewakan.

Instrumental synth menjadi landasan utama bagi track selanjutnya. “Knock On Wood” membawa kembali musik pop tahun 80-an. Lengkap dengan permainan synth khas di latar belakang.

Sedikit berbeda dengan “Queendom” maupun “Pose” yang akan langsung membuat pendengarnya jatuh cinta, “Knock On Wood” justru terdengar cukup kurang familiar. Bukan karena lagu ini tidak bagus. Melainkan pada proses produksi terlalu berat hingga menjadikan track ini kurang catchy.

Red Velvet memadukan elektro dengan funk di “Better Be.” Vibe dari lagu ini mengingatkan pada beberapa rilisan Red Velvet sebelumnya untuk Red-side. Dimana biasanya Red Velvet akan lebih sleek, sexy, dan kaya akan musik R&B.

“Better Be” memang jauh dari genre R&B. Meski Red Velvet masih menyisipkan harmonisasi vokal apik di dalamnya. Setelah “Knock On Wood,” “Better Be” seakan membawa pendengar ke sisi lain dari album ‘Queendom’.

Permainan vokal tidak kalah apik diperlihatkan Red Velvet dalam “Pushin’ N Pullin’.” Kali ini, Red Velvet bernyanyi dengan iringan drum dan nada-nada piano di latar belakang. Memberikan kesan lagu yang lebih kaya dan tidak flat.

Harmonisasi vokal dari kelima member Red Velvet benar-benar memanjakan telinga pendengar di track ini. Walau pun tempo yang digunakan “Pushin’ N Pullin'” terdengar tidak cocok dengan instrumen lagunya di beberapa bagian.

Red Velvet menggandeng live band untuk mengiringi mereka di lagu penutup, “Hello, Sunset.” Lagu downtempo ini menghadirkan sisi nostalgia dan retro, yang sebelumnya gagal diberikan oleh “Knock On Wood.” Dari sederet track lain di album ‘Queendom,’ “Hello, Sunset” menjadi salah satu lagu paling cocok untuk ditampilkan di konser.

Latest Posts

Don't Miss