OUR NETWORK

Wendy – Like Water Album Review: Eksplorasi Vokal yang Mengalir Layaknya Air

foto via SM Ent

Tujuh tahun berkarir bersama girl group ternama Red Velvet, Wendy akhirnya mendapat kesempatan debut sebagai soloist. ‘Like Water’ menjadi EP debut pertama sang vokalis. Penanda awal karir Wendy secara solo.

Dirilis pada 5 April kemarin, ‘Like Water’ mengusung genre pop-ballad. Genre musik yang tidak banyak disentuh dalam diskografi Red Velvet. Pop-ballad yang diusung oleh Wendy dalam album debutnya ini pun berbeda dengan arah musikalitas dua member Red Velvet lain yang sudah lebih dulu debut sebagai sub-unit, Irene & Seulgi.

Meski secara musikalitas genre pop dan ballad memberi warna lain di diskografi para member Red Velvet; secara umum genre ini justru terbilang “aman.” Terbukti dengan banyaknya vokalis group, terutama dari SM Entertainment, yang memilih debut dengan genre tersebut.

foto via SM Ent

Tracklist Like Water:

  1. When This Rain Stop
  2. Like Water
  3. Why Can’t You Love Me
  4. The Road
  5. Bestfriend

“When This Rain Stops” menjadi lagu pembuka yang langsung memamerkan kekuatan serta kualitas vokal Wendy. Track ballad dengan iringan piano minimalis yang memang ditujukan untuk memukau pendengar melalui suara sang vokalis; Seperti diungkap oleh Wendy dalam konferensi pers untuk perilisan album.

foto via SM Ent

Lagu ini sendiri memperlihatkan sisi lemah Wendy melalui lirik: “There are so many days / when I feel alone.” Pada prosesnya, track justru memperlihatkan bagaimana Wendy menjadi lebih tegar dan kuat: “I want to tell myself / And everything that I have / That it’s okay to stop for a moment / And rest”.

Wendy mengungkap “When This Rain Stops” merupakan luapan rasa terima kasih pada penggemar yang memberikan kekuatan selama masa hiatusnya setelah kecelakaan di akhir tahun 2019. Ia juga berharap dapat membagikan kisahnya melalui lagu ini.

Dibuka dengan irama balada nan kental, track berikutnya mengalir ke nada-nada pop lain. “Like Water” menyisipkan melodi folk melalui permainan instrumen string. Tempo yang terus meningkatkan hingga chorus memberikan tekstur menarik tersendiri.

Untuk track kedua ini Wendy memberikan filosofi bagaimana kita membutuhkan dan seharusnya mengisi satu sama lain. Selayaknya air.

foto via SM Ent

Secara selintas, track kedua ini mengingatkan akan musikalitas hingga keluwesan vokal dari ‘Girls Generation’ Taeyeon. “Like Water” seolah pas bila masuk ke dalam album terbaru dari sang soloist ternama.

Eksplorasi vokal kembali diperlihatkan Wendy melalui track berikutnya. Setelah irama ballad dan folk, “Why Can’t You Love Me?” mengusung nada pop tahun 80-an yang lebih ceria.

foto via SM Ent

Musikalitas yang mengalir layaknya air terdengar dari bagaimana Wendy membawakan lagu ini. Mulai dari vokalisasi ala rap hingga permainan skill yang menyamai Whitney Houston di “I Will Always Love You”.  “Why Can’t You Love Me?” menjadi track menarik yang sekali lagi memberikan highlight pada kemampuan dan skill Wendy.

Musik yang cukup upbeat memberikan vibe berbeda pada lagu dengan elemen soulful ini. Dibandingkan dengan track lain dalam ‘Like Water,’ “Why Can’t You Love Me?” tanpa diragukan menjadi salah satu terbaik.

“You, you’re my best friend / Forever, never end” menjadi lirik manis yang dinyanyikan Wendy bersama Seulgi, sang group-mate di Red Velvet. Track penutup ini pun kembali mengedepankan melodi balada dengan sentuhan pop yang kental.

Iringan piano yang digunakan dalam track “Best Friend” memberikan kesan manis sekaligus menguatkan. Tepat dengan pesan yang ingin disampaikan Wendy dan Seulgi.

foto via SM Ent

Sebagai album debut, ‘Like Water’ berhasil memperlihatkan eksplorasi Wendy di genre dan permainan vokal. Sang vokalis sukses menunjukan kualitas vokalisasi yang mungkin sebelumnya tidak begitu banyak terlihat di title track Red Velvet. Selain itu, aliran genre dan irama di album ini juga mengalir menyenangkan. Layaknya aliran air.

Comments

Loading...