OUR NETWORK
Kamis, Mei 23, 2019
OUR NETWORK

Kronologis Skandal Burning Sun: Mulai Kasus Prostitusi Seungri Hingga Video Sex Illegal Jung Joon Young (Bagian I)

Skandal Burning Sun tanpa diduga tak hanya sekedar berhenti pada kasus prostitusi dan juga peredaran narkoba. Tak disangka kasus Burning Sun, klub malam yang dimiliki oleh personil boy group ternama BIGBANG, Seungri justru melebar pada banyak skandal dan kontroversi kain. Salah satunya, group chat yang merekam dan membagikan video sex secara ilegal.

Panjang dan juga rumitnya kasus ini memang membingungkan. Untuk itu, demi membantu memahami kasus Burning Sun lebih jauh, berikut ini merupakan kronologis dari skandal Burning Sun yang membuat heboh dan mengguncang industri hiburan Korea Selatan.

28 Januari

1. News Desk menyiarkan liputan tentang seorang pria, Mr. Kim yang mengalami penganiayaan di klub Burning Sun pada 24 November 2018 saat membantu seorang wanita yang sedang mengalami pelecehan seksual. Saat polisi datang, Mr. Kim justru ditangkap dengan tudingan penyerangan.

2. Diberitakan bahwa member BIGBANG, Seungri terlibat dalam manajemen di Burning Sun dan berada di lokasi pada saat kejadian berlangsung.

3. Rekaman CCTV dari klub menunjukan kejadian berbeda, dengan seorang wanita yang terlihat diseret sepanjang gang di dalam klub. Wanita tersebut pada akhirnya terungkap sudah melaporkan kasus tersebut pada polisi yang sayangnya tak melakukan tindakan apapun. Selain itu dilaporkan pula bahwa Burning Sun menghapus rekaman CCTV.

29 Januari

1. CEO Burning Sun, Lee Sung Hyun dan Lee Moon Ho merilis pernyataan dan meminta maaf mengenai penganiayaan pada Mr. Kim. Mereka juga mengungkap rencana untuk bekerja sama sepenuhnya pada penyelidikan. CEO juga menyebut akan melakukan pendisiplinan pada staf yang terlibat.

2. CEO merilis rekaman CCTV berikutnya yang menunjukan wanita tersebut dikeluarkan dari ruangan CCTV karena membuat keributan dan menganiaya staf. Wanita tersebut pun dilaporkan sudah meminta maaf dan memberikan uang untuk menyelesaikan kasus penganiayaan.

Comments